Selintas saya mendengarkan lantunan murottal Al-Quran yang dibacakan oleh Syeikh Musyari Rasyid. Indah bacaanya dan enak untuk didengarkan. Indah pula surat yang dibacanya, Surat Yusuf yang penuh dengan hikmah yang mendalam. Di dalamnya terdapat seorang Nabi Yusuf yang merupakan manusia terganteng sejagad raya, serta Zulaikha yang "menghibahkan" keindahan tubuhnya karena tidak tahan dengan cintanya yang mendalam pada Nabi Yusuf.
Saya tidak akan menafsirkan Surat Yusuf dalam Al-Quran, karena saya tidak memiliki kapasitas sebagai mufassir
(Penafsir). Saya hanya ingin mencoba mengambil pelajaran dari Surat
Yusuf sesuai dengan kemampuan analisa saya dan mendudukannya pada
kisah-kisah lain yang pernah terjadi di alam ini.
Zulaikha, ia adalah Isteri seorang pembesar Mesir yang merawat Nabi
Yusuf selama bertahun-tahun. Ia tertarik pada keindahan (kegantengan)
Nabi Yusuf sejak lama. Namun ia berhasil menahan rasa malunya selama
bertahun-tahun sebelum akhirnya ia sendiri yang melepas rasa malunya di
hadapan Nabi Yusuf. padahal, rasa malu adalah perhiasan terindah bagi
perempuan setelah keshalihannya.
Zulaikha menutup pintu kamar Nabi Yusuf dan membuka pakaian seraya
mengajak Nabi Yusuf untuk melayaninya. Nabi Yusuf sebagai manusia
biasa mempunyai rasa ingin setuju dengan ajakan Zulaikha. Namun Allah
memberikan pertolongan dan memalingkannya dari bujukkan Zulaikha.
Ketika lari dan membuka pintu kamar, Nabi Yusuf tersentak melihat Suami
Zulaikha. Di sinilah Zulaikha mulai membuat Tipu daya. Zulaikha
menuduh Nabi Yusuf ingin memperkosa dirinya, namun akhirnya terbukti
bahwa dialah yang mengajak Nabi Yusuf untuk mengkhianati suaminya
sendiri.
Mari kita fokus pada tipu daya Zulaikha. Zulaikha mencoba menjadi wanita yang mempunyai 2 peran. Peran
pertama, ia ingin mengungkapkan cintanya pada Nabi Yusuf dan
mengkhianati suaminya. Peran kedua, ia ingin menunjukkan pada suaminya
bahwa ia adalah wanita setia dengan cara menuduh Nabi Yusuf. Kedua
peran tersebut sangatlah bertolak belakang satu dengan yang lainnya.
Itulah tipu daya Zulaikha dan perempuan di dunia ini kecuali perempuan
yang mendapat Rahmat dan Hidayah Allah SWT. Tipu dayanya sangat hebat
dan Rapi, jarang ada Laki-laki yang selamat dari tipu daya wanita yang
pengkhianat.
Dalam
pandangan dan pengamatan saya wanita itu terbagi menjadi 3 kelompok
sesuai dengan Tingkat kesetiaan dan keteguhannya dalam cinta. Kelompok
Pertama adalah Wanita Mulia dan Mengahargai dirinya sendiri. Kelompok
ini lahir dan tumbuh pada lingkungan yang benar-benar Islami dan tidak
pernah melakukan hubungan atau pun kontak dengan cowok/Ikhwan sebelum
dia menikah. Dia sadar bahwa dirinya hanya untuk suaminya tercinta.
Menjaga dan menutup aurat Dan berusaha sebisa mungkin menghindari
kontak dengan cowok/ikhwan sebelum menikah. Tingkat kesetiaan wanita
seperti ini sangatlah tinggi dan kedalaman cintannya pun sangat dalam
terhadap suaminya. Beruntunglah cowok/ikhwan yang mendapatkan wanita
seperti ini. Apalagi di jaman yang modern ini, Sangat jarang ditemukan
wanita seperti ini yang terjaga baik hati dan raganya. Wanita seperti
inilah yang berhasil menghargai dirinya sendiri sehingga orang lain pun
akan menghargai dirinya, wanita seperti inilah yang berhasil
menghormati dirinya sendiri dengan Penghormatan yang tertinggi sehingga
orang lain pun akan menghormatinya dengan setinggi-tingginya. Semoga
Allah memperbanyak wanita muslimah yang masuk dalam kelompok pertama
ini.
Kelompok kedua, Dia adalah wanita yang setengah-setengah alias
setengah matang, dia menjaga dan menutup auratnya sebelum menikah.
Namun hatinya telah menjadi "Piala Bergilir" untuk beberapa
cowok/ikhwan sebelum ia menikah. Tubuhnya tetap terjaga. Namun hatinya
sudah bekas dan tidak Asli lagi. Hatinya telah banyak mengenal
cowok/ikhwan, kontak denganya, tertarik dan jatuh hatinya, dan akhirnya
menjalin hubungan tidak resmi sebelum menikah. Seorang Ulama dari
Timur Tengah yang juga merupakan pakar hati wanita mengatakan : "Hati
Wanita bagaikan Perbatasan Negeri, jika perbatasan telah hancur, maka
tunggulah kehancuran Negeri tersebut dalam waktu dekat.", red. Wanita
seperti ini sangat dimungkinkan untuk mengkhianati suaminya. Tingkat
kesetiaanya dan cintanya sangat relatif dan fluktuatif tergantung
bagaimana ia bisa mengelola hatinya. Ada kemungkinan Zulaikha dalam
surat Yusuf masuk dalam kelompok kedua ini. Sampai-sampai ia
meninggalkan rasa malunya dan berbuat hal yang memalukan. Contoh nyata
wanita kelompok kedua ini adalah Isteri Ustadz saya sendiri. Sebelum
menikah dengan Ustadz, dia adalah wanita yang telah menjalin hubungan
dengan temannya di masa lalu. Setelah menikah dengan ustadz dan
mempunyai dua anak, dia pergi bersama mantan kekasihnya dulu.
Mengkhianati suaminya sendiri. Namun sangat dimungkinkan pula wanita
pada kelompok kedua ini menjadi bersiha seperti kelompok pertama. Namun
dengan syarat yang berat, dia harus benar-benar Taubat Nasuha dan
melupakan semua laki-laki yang pernah singgah di hatinya sebelum menikah
dulu. Jika tidak begitu sungguh kasihan laki-laki yang menjadi
suaminya.
Kelompok ketiga adalah wanita yang paling hancur, tidak menutup dan
tidak menjaga aurat sebelum menikah. Hatinya pun telah menjadi piala
bergilir bagi beberapa cowok/ikhwan. Tingkat kesetiaan dan cinta
kelompok ketiga ini sangatlah rendah kecuali dia mau kembali ke jalan
yang benar dan Taubat Nasuha sebelum dia menikah. Membersihkan diri dan
menutup aurat hanya untuk suaminya saja kelak. Membersihkan hati yang
telah terjamah banyak laki-laki. Kelompok ketiga inilah yang terbanyak
di dunia kita saat ini. Banyak pemuda dan pemudi yang tidak sanggup
mengontrol emosi cintanya. Kelompok ini harus banyak mendapat perhatian
dari para juru dakwah muslimah yang ada di lapangan. Ajarkan
kepandanya rasa malu sebagai wanita sehingga tidak berbuat hal yang
memalukan ketika sudah menikah nanti alias khianat.
Saya yakin masih banyak wanita di luar dari ketiga kelompok yang
saya sebutkan. Karena saya membagi menjadi tiga kelompok secara global.
Saya tidak mengingkari bahwa banyak pula wanita yang sanggup menjaga
dirinya dan hatinya hanya untuk suaminya tercinta walaupun sejarahnya
di masa lalu sangatlah suram dan kelam. Namun alangkah bijaknya jika
engkau wahai para wanita, memilih menjadi kelompok pertama, jika tidak
bisa maka berusahalah sekuat mungkin. Salah cara agar hati dan ragamu
terjaga adalah langsung menikah tatkala engkau telah mencintai seorang
cowok/ikhwan. Jangan takut pada halangan dan rintang setelah menikah.
Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dan tentunya dengan
kesabaran. Menikah adalah solusi terbaik untuk para wanita muslimah yang
sedang jatuh cinta. Karena dengan begitu engkau akan bahagia dan
suamimu pun tidak merasa dirugikan. Melangkahlah untuk segera menikah.
Bagi wanita yang telah terlanjur basah, maka Taubatlah. Dan menjaga
Aurat serta hatinya untuk suaminya kelak. Atau langsung menikah dengan
kekasihmu dulu. Jangan menyerah, Sesungguhnya Rahmat dan Ampunan Allah
itu luas dan tidak terbatas. Untuk Laki-laki yang telah menjalin
hubungan dengan cewek/akhwat, nikahilah dia. Kasihan dia jika engkau
hanya bermain-main dengannya. Seriuslah, tunjukkan tanggung jawabmu
sebagai laki-laki. Di sisi lain para wanita diharap tidak sombong diri
menolak keseriusan laki-laki yang datang padanya untuk menikah secara
Islami, atau Fitnah akan terus menyebar di masyrakat kita. Kita
berlindung pada Allah dari segala keburukan hidup ini.. melangkahlah
dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian. Wallahu A'lamu Bishawab

0 komentar:
Posting Komentar